Selain Sistem Online, Strategi Ini Dilakukan Oleh Bapenda Bengkalis Untuk Meningkatkan PAD

dibaca: 1178 kali
Oleh: Admin Pemerintahan Daerah | Kamis, 23 Mei 2019 - 11:36:13 WIB

Selain Sistem Online, Strategi Ini Dilakukan Oleh Bapenda Bengkalis Untuk Meningkatkan PAD

Sekda Bengkalis Bustami HY Beserta Kepala Bapenda Imam Hakim saat melaksanakan rapat pembahasan target penerimaan pajak daerah tahun anggaran 2020

BENGKALIS - Dalam rangka upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkalis terus meningkatkan penerimaan daerah dari sektor perpajakan. Pajak Daerah merupakan iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada Daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan untuk dipergunakan membiayai peyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah. Pajak merupakan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah.

Sumber  Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkalis berasal dari dua sumber, yakni hasil pajak daerah dan retribusi daerah. Untuk penerimaan PAD dari pajak daerah terdapat 12 jenis. Yaitu berupa ; Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Penerangan Jalan PLN, Penerangan Jalan non PLN, Parkir, Air Tanah, Sarang Burung Walet, Mineral Bukan Logam dan Batuan, Bumi dan Bangunan dan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. 

Bupati Bengkalis Amril Mukminin didampingi Kepala Bapenda Bengkalis Saat Memberikan Apresiasi Wajib Pajak Tahun 2018

 

Ada beberapa sektor pajak yang penerimaanya belum optimal seperti pajak Hotel dan restoran oleh karena itu dua sektor ini perlu ditingkatkan penerimaanya, mengingat semakin tumbuh dan berkembangnya bisnis tersebut khususnya di kabupaten bengkalis, sehingga nantinya sangat berperan penting untuk membantu lancarnya jalan roda pemerintahan dan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disampaikan oleh Kepala Bapenda Kabupaten Bengkalis, Imam Hakim melalui melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembangan, Syahrudin,  "Dari 12 jenis pajak daerah ini ada beberapa item yang memang belum mencapai target, namun juga ada beberapa item yang melebihi dari target yang telah ditetapkan. Total realisasi penerimaan tahun 2018 dari 12 jenis pajak daerah ini sebesar 65 miliar rupiah lebih dari target PAD selama setahun," ujar  syahrudin.

Terapkan Sistem Online

Untuk meningkatkan dan memaksimalkan target dari sektor perpajakan Hotel dan Restoran salah satunya dengan menerapkan sistem pembayaran secara online atau non tunai yang bekerjasama dengan perbankan daerah Bank Riau Kepri. 

Saat ini BAPENDA Bengkalis telah menjalin kerjasama dengan  Bank Riau Kepri untuk penerimaan pajak secara online. Seperti yang disampaikan oleh Kabid Pengendalian dan Pengembangan Syahrudin “Kita sedang melakukan konseling dengan pihak Bank Riau Kepri Pusat yang berada di Pekanbaru. Untuk aplikasi dan datanya sudah di input ke sistem kita, tinggal menunggu kesiapan dari pihak Bank Riau Kepri untuk mensinkronkannya,” kata udin sapaan akrabnya.

Syahrudin berharap peningkatan pelayanan sistem pembayaran pajak secara online atau non tunai berdampak signifikan terhadap tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu. Karena pajak yang dibayar merupakan sumber pendanaan untuk pembangunan daerah.

Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan PAD, pada tahun 2017 dan 2018 Bapenda Bengkalis telah melakukan kerjasama dengan BPKP untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap wajib pajak guna meningatkan penerimaan pajak dari sektor hotel dan restoran ini.  

“Secara umum dari hasil pemeriksaan yang telakukan BPKP terhadap wajib pajak, dia patuh melakukan pembayaran tapi pembayaran belum kepatutan atau maksimal,” papar Syahrudin.

Selain itu, mulai tahun 2018 kemarin Bapenda Bengkalis memberikan reward (apresiasi) kepada wajib pajak yang patuh membayar pajak. “Waktu itu penghargaan langsung diserahkan Bupati Bengkalis di Hotel Surya Duri dan tahun 2019 ini hal serupa juga akan kita lakukan kembali dengan memberikan reward kepada wajib pajak yang taat membayar pajak,” bebernya.

Bapenda Bengkalis juga telah membentuk Tim Optimalisai Pendapatan Asli Daerah (TOPAD) yang beranggotakan lintas SKPD dan organisasi vertikal.Tim ini tugasnya bersama-sama memberikan pemahaman kepada wajib atas kewajiban dalam melakukan membayar pajak.

“Kita juga terus melakukan sosialisasi, imbauan dan pemberian akrilik kepada setiap pengusaha wajib pajak baik rumah makan, restoran, hotel maupun tempat hiburan untuk taat membayar pajak,” harapnya.

Rendahnya Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak

Tidak tercapainya target PAPENDA Kab. Bengkalis  tahun 2018 silam di sektor pajak salah satu penyebab adalah tingkat kepatuhan membayar pajak yang relatif masih rendah dari wajib pajak, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak adalah dengan membangun iklim agar Wajib Pajak mau menunaikan kewajiban perpajakannya secara sukarela. Beberapa teori tentang kepatuhan pajak banyak dijabarkan oleh para ahli. Para ahli terdahulu percaya bahwa penerimaan pajak akan tercapai jika terdapat sistem yang ketat. 

Artinya otoritas perpajakan harus melaksanakan dan menegakkan aturan-aturan pajak dengan ketat. Para pendukung teori ini berpendapat bahwa Wajib Pajak cenderung tidak akan melaksanakan kewajiban perpajakan jika tidak diketahui oleh aparat pajak. Maka, penanganan yang tepat adalah melalui law enforcement.

Pendapat kedua datang dari para ahli yang menggunakan pendekatan economic psychology dalam meningkatkan kepatuhan perpajakan. Para Wajib Pajak didorong untuk patuh bukan karena takut akan sanksi yang ia terima apabila mengelak atau menghindari kewajiban perpajakan, tetapi karena secara moral mereka bertanggung jawab untuk membangun Negara dan daerahnya. Selanjutnya kemudahan-kemudahan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan diberikan kepada Wajib Pajak.

Sekda Bengkalis Bustami HY Beserta Kepala Bapenda Imam Hakim saat melaksanakan rapat pembahasan target penerimaan pajak daerah tahun anggaran 2020

 

Agar mempermudah wajib pajak menunaikan kewajibanya pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui BAPENDA Kab.Bengkalis telah membentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPT) disetiap kecamatan.“Kita sudah bentuk UPT di setiap kecamatan yang merupakan perpanjangan tangan BAPENDA guna mencegah terjadinya ketidakcocokan antara data yang disampaikan wajib pajak dengan fakta di lapangan guna menghindari kebocoran penerimaan. Mudah-mudahan dengan diterapkannya nanti sistem online atau non tunai, bisa menghindari kebocoran yang terjadi dilapangan. Apakah itu person dari petugas ataupun dari wajib pajak itu sendiri,” tegasnya Syahrudin.

Kepala Bapenda Imam Hakim saat melakukan sambutan di acara rapat pembahasan target penerimaan pajak daerah tahun anggaran 2020

 

Bapenda berharap kepada pengusaha dalam arti wajib pajak patuh dalam membayar pajak daerah, karena manfaat pajak sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pemda Bangun MoU

Pemerintah Daerah juga bekerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Riau terkait penerimaan pajak pusat dan daerah, khususnya PPh 21, 25 dan 29. Pada tanggal 2 Mei 2019, difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau digelar Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Gubernur, Bupati dan Walikota se dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Riau.

Sekretaris Bapenda Sudadi saat melakukan sosialisasi peningkatan penerimaan pajak daerah beberapa waktu lalu

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan penerimaan pajak penghasilan (PPH) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta meningkatkan koordinasi kabupaten/kota dengan Kantor Pajak. 

Dihadapan Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama bupati/walikota se-Riau menandatangani nota kesepakatan dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak pusat dan daerah dengan disaksikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Direktorat Jendral Pajak Robert Pakpahan, Kapala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Riau Edward Hamonangan Sianipar dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau Lukman Hakim.

Peserta sosialisasi peningkatan penerimaan pajak daerah

 

Turut mendampingi Bupati Pada Acara tersebut, Plt. Asisten Adminitrasi Umum Maryansyah Oemar, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah Bengkalis Aulia, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis Imam Hakim, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bengkalis Bambang Sutrisno, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkalis H Subiakto.

Sekretaris Bapenda Sudadi saat pembagian hadiah bagi masyarakat taat pajak di Kec. Rupat Utara tahun 2018

 

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menyambut baik dilaksanakannya penandatangan MoU ini sehingga diharapkan bisa mengoptimalisasikan penerimaan pajak pusat dan daerah. Apalagi dalam kurun 4 tahun terkahir terjadi penurunan DBH Sumber Daya Alam. Oleh sebab itu maka langkah yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan optimalisasi penerimaan pajak daerah, termasuk pajak hotel dan restauran. **(BI)

 

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook