Sekolah Tatap Muka Mulai Dibuka, Kapasitas Satu Lokal Hanya 50 Persen

dibaca: 1020 kali
Oleh: Editor Pendidikan | Selasa, 07 September 2021 - 17:19:40 WIB

Sekolah Tatap Muka Mulai Dibuka, Kapasitas Satu Lokal Hanya 50 Persen

Foto : Suasana proses belajar mengajar di SDN 46 Bengkalis

BENGKALISINFO.COM - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas untuk jenjang PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Bengkalis khususnya di kota Bengkalis dihari Selasa. (07/09) sudah mulai berjalan. Tiap-tiap satuan pendidikan sudah menerima rekomendasi dari Dinas pendidikan Bengkalis yang menyatakan PTM terbatas sudah bisa dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang keta.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Edi Sakura melalui Agusfirdimalis Sekretaris Disdik menjelaskan, berdasarkan Inmendagri nomor 34 tahun 2021, bagi kabupaten/kota yang masuk level 1, 2 dan 3 dipersilakan untuk melaksanakan PTM terbatas. Bahkan, standar operasional prosedur (SOP) juga telah dirancang dalam pelaksanaannya.

 

Juknis atau surat edaran dari Disdik Bengkalis yang di berikan ke satuan pendidikan agar setiap satuan pendidikan harus mengartikan dengan benar seperti contoh nya tiap-tiap kelas pembelajaran tatap muka minimal 50 persen. Bulan September bisa dimulai PTM terbatas.

 

"Dan ini banyak satuan pendidikan menafsirkan lain ada yang menganggap 50 persen persatuan pendidikan atau sekolah dan kita harapkan PKM terbatas ini tiap-tiap satuan pendidikan untuk melakukan penyemprotan disinfektan ruang ruang kelas dan para guru atau tenaga pendidik lebih bersikap jujur apabila merasa badan kurang enak atau demam lakukan istirahat jangan mengajar tatap muka dulu.," harap Sekretaris Disdik yang didampingi kasi Kurikulum.

 

Ia mengatakan, hingga saat ini lebih dari 80 persen guru dan tenaga kependidikan (tendik) telah divaksin. Sementara untuk siswa SMP (diatas 12 tahun) yang telah divaksin masih fluktuatif jumlahnya.

 

Pembelajaran Tatap Muka

 

Sejumlah sekolah memberlakukan pembelajaran tatap muka, Senin lalu. (06/09). Pembelajaran tatap muka diizinkan dilaksanakan mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP sesuai edaran Dinas Pendidikan Bengkalis.

 

Meskipun pembelajaran tatap muka boleh dilaksanakan sekolah, namun penerapanya masih terbatas. Seperti pelaksanaan di SDN 46 Bengkalis, pembelajaran tatap muka tiap kelas di bagi dua shift, 50 persen kapasitas Kelas.

 

"Kami terima juknis dari Disdik Bengkalis Jumat kemaren (03/09) dan kesiapan kami pelaksanaan PTM sudah kita komunikasikan dengan orang tua murid agar pelaksanaan tatap muka bisa berjalan ," terang Kepala Sekolah SDN 46 Bengkalis Dra Hj Naimah kepada wartawan.

 

Pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan dengan sistem shift, hari ini kelas I dan II Shift pertama perlokalnya sebanyak 14 orang. Kemudian besok akan dilanjutkan Kelas I dan II shift kedua dengan jumlah siswa masuk seperti shift sebelumnya.

 

Untuk jam belajar dalam pembelajaran tatap muka terbatas hanya berlangsung selama dua jam, masuk dari pukul 08.00 WIB dan Pulang pukul 10.00 WIB. Sebelum masuk kelas pihak sekolah terlebih dahulu memastikan siswa yang datang dalam keadaan sehat.

 

"Jadi siswa kita ini diantar oleh orangtuanya, kemudian sampai di depan gerbang kita periksa suhu tubuhnya serta memeriksa kelengkapan dari protokol kesehatan mereka," tambah Kepsek ini.

 

Sebelum masuk ke dalam ruangan belajar, siswa diwajibkan mencuci tangan dengan air yang sudah disediakan. "Setelah cuci tangan baru mereka dibolehkan masuk, dalam ruang belajar kita juga menerapkan jaga jarak," terangnya.

 

Hadapi Asesmen Nasional

 

Bulan Oktober 2021 anak kelas V akan menghadapi Asesmen Nasional (AS) dan ini merupakan pengganti ujian nasional yang di rancang oleh Nadim Makarim Menteri Pendidikan. Prose ujian wajib menggunakan komputer sistem soal berlapis dan saat digunakan tidak sama.

 

" Siswa kelas V yang wajib ikut AN maksimal 30 siswa yang di acak dengan adanya PTM ini kita harapkan bisa tetap berjalan dan siswa pun bisa mengikuti pembelajaran tatap muka dan latihan soal soal Asesmen Nasional," kata Kepala sekolah Dra Hj Naimah yang juga didampingi guru kelas Berliana.

 

Hasil tes Asesmen Nasional menentukan agregat tiap sekolah atau satuan pendidikan dan nilai agregat per wilayah (desa, kota/kabupaten atau provinsi).(Rls)**

 


Penyunting : SUPIAN

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook