Putus Covid 19, Serda Mustaqim Kembali Gelar Operasi Yustisi di Pasar Terubuk Bengkalis

dibaca: 43 kali
Oleh: Editor Kesehatan | Kamis, 23 September 2021 - 12:48:56 WIB

Putus Covid 19, Serda Mustaqim Kembali Gelar Operasi Yustisi di Pasar Terubuk Bengkalis

BENGKALISINFO.COM - Dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran covid - 19 di wilayah Kecamatan Bengkalis dan sekitarnya, anggota koramil 01 Bengkalis Serda Mustaqim kembali melaksanakan kegiatan monitoring terkait himbauan penegakan pendisiplinan aturan protokol kesehatan di pasar terubuk jalan kelapapati laut. Kamis (23/09/2021), pukul.09.30 WIB.

 

Kepada wartawan Serda Mustaqim mengungkapkan bahwa kegiatan monitoring kali ini bertujuan untuk memastikan kepada warga ataupun pedagang yang berjualan di lapangan pasir tentang penerapan aturan protokol kesehatan covid - 19.

 

"Kegiatan ini merupakan himbauan kepada warga yang berjualan di pasar terubuk tetap mengikuti aturan protokol kesehatan," ungkap Serda Mustaqim

 

Dalam komunikasi tersebut, kata Mustaqim masih ada warga yang tidak menjalankan aturan protokol kesehatan. Bagi warga yang tidak mengikuti aturan prokes akan diberikan pengarahan dan himbauan oleh petugas prokes.

 

"Kita menganjurkan setiap warga harus menerapkan 3 M yakni, memakai masker, menjaga jarak, menghindari mobilitas warga dan selalu mencuci tangan," sambungnya

 

Pelaksanaan aturan prokes kali ini sudah sesuai dengan peraturan gubernur nomor 22 tahun 2020 tentang penegakan hukum dan pendisiplinan aturan protokol kesehatan covid - 19.

 

"Dengan adanya payung hukum ini, sesiapapun tanpa terkecuali wajib mengikuti aturan prokes," tutupnya

 

Dari hasil pantauan dilapangan, kegiatan tersebut berjalan aman dan dalam keadaan kondusif.**

 

Penulis : SUPIAN

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook