Bupati Bengkalis Secara Resmi Buka Acara Konsolidasi Publik RAD KSB di Kecamatan Mandau

dibaca: 422 kali
Oleh: Editor Pemerintahan Daerah | Rabu, 28 Desember 2022 - 15:37:45 WIB

Bupati Bengkalis Secara Resmi Buka Acara Konsolidasi Publik RAD KSB di Kecamatan Mandau

Foto : Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Muhammad Toha didampingi Kadis Perkebunan Muhammad Azmir pada saat acara konsolidasi

DURI, - Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Toharuddin menghadiri sekaligus membuka acara Konsolidasi Publik I Draft Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Bengkalis Tahun 2023-2024 yang betempat di Aula hotel Surya Duri, Jumat (23/12/2022) Pagi.

 

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis H. Adri, Rianto dan Hendri, Tenaga Ahli Bupati Bengkalis Suparjo dan Mustafa Kamal, Kepala Dinas Perkebunan Muhammad Azmir, Pimpinan BRGM, LSM Lingkungan, Pimpinan GAPKI, Pimpinan APKASINDO, Pimpinan Perguruan Tinggi.

 

Dalam sambutannya Bupati Bengkalis yang di bacakan oleh Staf Ahli Bupati Bengkalis Toharuddin menyampaikan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Kabupaten Bengkalis, bahkan kelapa sawit diharapkan bisa menjadi komoditas unggulan selain migas. Saat ini kita Kabupaten Bengkalis telah memiliki hamparan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Yang mana, berdasarkan angka tetap data statistik perkebunan tahun 2021, terdapat lahan perkebunan kelapa sawit rakyat seluas  ± 130.547,7 hektar dengan jumlah pekebun sebanyak 41.650 KK yang tersebar di setiap kecamatan serta perkebunan besar swasta sebanyak 11 (sebelas) perusahaan dengan total seluas 55.477,03 hektar.

 

Selain itu sambung Toharuddin, saat ini kelapa sawit merupakan komoditas yang mendapat sorotan tajam dunia internasional saat ini, yang mana di tengah persaingan dagang dalam komoditas minyak nabati dunia, muncul isu-isu dan tuduhan negatif terhadap perkebunanan kelapa sawit Indonesia.

 

"Perkebunan dan industri sawit dituduh melanggar hak-hak masyarakat lokal Perkebunan dan industri sawit dituduh mempekerjakan tenaga kerja anak Isu kesehatan, bahwa minyak sawit mengandung lemak jenuh sehingga berdampak tidak baik bagi kesehatan Isu-isu sustainability, yaitu keraguan terhadap proses menghasilkan minyak sawit dianggap tidak berkelanjutan seperti hilangnya hutan tropis, penyebab kebakaran hutan dan lahan serta hilangnya keanekaragaman hayati," jelas Toha.

 

"Sedangkan kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang sudah banyak dikembangkan dan harus dibangun secara berkelanjutan (sustainability) dengan tetap menyeimbangkan ekonomi (profit), sosial budaya (people), dan lingkungan (planet)," ujar Toha.**


Editor : SUPIAN

 

 

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook