Lakukan Inovasi, Bapenda Bengkalis Bangun SIMANJAPADU

dibaca: 2479 kali
Oleh: Admin Pemerintahan Daerah | Senin, 21 Oktober 2019 - 19:08:18 WIB

Lakukan Inovasi, Bapenda Bengkalis Bangun SIMANJAPADU

Bupati Bengkalis Amril Mukminin Saat Penandatangan MoU Bersama Bank BNI Terkait Pajak

BENGKALIS (ADVETORIAL) – Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Bengkalis terus melakukan inovasi dalamrangka mendongkrak penerimaan daerah dari sektor pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui Sistem Manajemen Aplikasi Pajak Terpadu (SIMANJAPADU).

 

SIMANJAPADU merupakan inovasi untuk daerah yang digagas Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis Bustami HY, aplikasi yang dibuat tim efektif untuk memudahkan pelayanan pajak di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau pada umumnya.

 

SIMANJAPADU Saat Diperkenalkan di Ajang Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) di Jakarta Pada Oktober 2019

Sistem Manajemen Aplikasi Pajak Terpadu (SIMANJAPADU) adalah aplikasi yang membantu pemerintah daerah khususnya Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis dalam melakukan pengelolaan PBB-P2 dimana fungsionalitas yang dimiliki oleh aplikasi system informasi tata usaha pajak bumi dan bangunan adalah seluruh fungsionalitas yang ada pada aplikasi SIMANJAPADU. Aplikasi sistem informasi manajemen pajak bumi dan bangunan berbasis online ini sudah disesuaikan dengan proses bisnis pengelolaan PBB-P2 yang ideal untuk pemerintah daerah kabupaten/kota. Selanjutnya disesuaikan khusunya untuk keperluan pengelolaan PBB-P2 sebagai pajak daerah, serta dibangun dengan menggunakan teknologi terkini sehingga memudahkan dalam kegiatan implementasi dan pemeliharaan.

 

Kepala Bapenda Imam Hakim Saat Menjelaskan SIMANJAPADU


Dijelaskan Kepala Bapenda Imam Hakim “Alhamdulillah melalui aplikasi ini memberikan kemudahan pelayanan dalam pengelolaan pajak daerah, tidak hanya PBB-P2 namun pajak lainnnya seperti pajak restoran, hiburan dan BPHTB,” terang mantan Sekretaris Bappeda Bengkalis ini.

 

“Khusus layanan PBB-P2 ini, bahwa Bapenda sudah dapat mmberikan pelayanan pembayaran pajak dari masyarakat sebagai wajib pajak. Tidak mesti harus di kantor, namun pembayaran langsung di tempat, arena aplikasi SIMANJAPADU ini sudah bisa diakses melalui internet” tambah Imam Hakim.

 

Online Based, User Friendly And New Inovation

 

Sistem aplikasi pengelolaan pajak bumi dan bangunan merupakan aplikasi yang memudahkan Bapenda dalam melakukan pengelolaan PBB-P2. Sistem informasi administrasi pajak bumi dan bangunan dikembangkan dengan menggunakan inovasi terkini dan berbasis online, artinya tidak diperlukan lisensi tambahan jika akan digunakan untuk beberapa perangkat komputer yang akan mengakses aplikasi. Sistem informasi penatausahaan dan pengelolaan PBB-P2 merupakan suatu aplikasi yang mengintegrasikan seluruh aspek pengelolaan administrasi PBB yang meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

 

Kegiatan Pendataan

Hasil kegiatan pendataan ditampung dalam suatu modul untuk merekam dan memutakhirkan seluruh produk pendataan atas PBB. System ini membentuk suatu basis data PBB yang menjadi jantung administrasi PBB. Pemanfatan Database Management Systems memungkinkan data dipakai ulang dan dimanipulasi sesuai tujuan organisasi.

 

Kegiatan Penilaian

Kegiatan penilaian untuk kebutuhan penetapan PBB dilakukan secara otomatis dilakukan pada modul penilaian dengan memanfaatkan basisdata yang sudah ada dipadukan dengan perekaman data pasar atas tanah dan daftar harga komponen bangunan dan upah pekerja. Pemutakhiran nilai Objek Pajak dalam penentuan NJOP dapat dilakukan secara masal dan serentak untuk seluruh Objek disesuaikan dengan dinamika pertumbuhan perekonomian tanpa perlu penilaian ulang satu-persatu objek pajak. Sub sistem penilaian ini berfungsi sebagaimana suatu Expert Systems sederhana yang dapat menilai individu bangunan sesuai dengan karakteristiknya disesuikan dengan perkembangan harga bahan dan pekerja bangunan serta tetap mempertimbangkan penyusutan berdasarkan umur pakai dengan pemodelan tertentu.

 

Kegiatan Penagihan

Kegiatan penagihan diawali dengan otomatisasi pencetakan SPPT yang dibantu dengan sarana highspeed printer. Hal ini merupakan untuk mengeliminir pemborosan waktu dan tenaga serta meningkatkan akurasi data. Tahap pekerjaan selanjutnya dalam kegiatan penagihan dilakukan secara manual dengan cara penyampaian SPPT kepada Wajib Pajak.

 

Kegiatan Penerimaan

Kegiatan pemantauan hasil penerimaan PBB telah diotomatisasikan dengan perekaman struk STTS sebagai bukti pembayaran. Perekaman STTS tersebut telah ditingkatkan efektifitas prosesnya dengan menggunakan teknologi barcode sehingga proses tersebut cukup dengan scanning. System ini dapat menyajikan daftar tunggakan bagi Wajib Pajak yang belum melaksanakan kewajibannya. Sub sistem ini meningkatkan efektifitas penagihan dengan adanya daftar wajib pajak yang masih menunggak yang dapat diklasifikasikan dengan keriteria tertentu seperti kategori berdasarkan nilai pajak terutang, kategori wilayah dan lain-

Salah Satu Kegiatan Penerimaan Pajak di Bapenda Bengkalis

Kegiatan Pelayanan

Kegiatan pelayanan kepada wajib pajak difasilitasi dengan pencetakan laporan ataupun surat-surat keputusan yang diotomatisasikan. Hal ini dapat menyingkat waktu selain mengurangi terjadinya kesalahan akibat faktor-faktor manusia. Selain itu informasi yang ada dalam database dapat diakses oleh wajib pajak dengan pemanfaatan terminal di setiap Kantor Pelayanan PBB yang terletak di Pelayanan Satu Tempat (PST). Teknologi informasi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) merupakan aplikasi sistem informasi PPB terintegrasi dengan tempat pembayaran.

 

Membangun Sistem Tingkatkan PAD 

Sistem yang dibangun Badan Pendapatan Daerah, yang dinamakan sebagai  System Manajemen Aplikasi Pajak Terpadu (SIMANJAPADU) dimana nantinya system ini mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat maupun wajib pajak dalam melakukan pelaporan dan pembayaran pajak daerah. Syahruddin, SH, MM selaku Kabid Pendataan dan Pendaftaran Bapenda Bengkalis menerangkan “Sistem yang dibangun dari konvensional menjadi elektronik artinya kemudahan-kemudahan ini dilakukan dalamrangka bagaiman tingkat kepatuhan dan kepatutan Wajib Pajak (WP) untuk melakukan pembayaran” kata Syahruddin.

 

Syahruddin, SH, MM Kabid Pendataan dan Pendaftaran Bapenda Bengkalis

 

“Jenis-jenis system penerapan secara online dari sebelas jenis pajak kemungkinan tahun 2020 sudah berjalan semaksimal mungkin, untuk tahun 2019 ada beberapa jenis pajak seperti pajak perhotela, pjak restoran dan pakjak air tanah sudah kita masukan kedalam system SIMANJAPADU, dimana system ini ditahun 2020 mendatang akan di Launching” sambung syahruddin.

 

Sejauh ini terkait terobosan peningkatan PAD Bupati Bengkalis Amril Mukminin telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa Bank di Kab. Bengkalis diantanya Bank Riau Kepri dan Bank BNI terkait pembayaran pajak melauli ATM khususnya untuk pajak Bumi dan bangunan.

 

 

Bupati Bengkalis Amril Mukminin Saat Menandatangani MoU Dengan Bank BNI

“Kedeapan kita akan kembangkan terkait dengan e-commerce, jadi bias membayar pajak bumi dan bangunan melauli aplikasi seperti BukaLapak, Tokopedia, Indomaret, Alfamart dan layanan sejenis. Pengembangan ini untuk kedepanya ditahun 2020 sementara ini penajajakna awal dilakukan pada Desember 2019 bersama Bank Riau Kepri terkait dengan jenis pajak lainnya pada system ATM sudah tersedia fiturnya. Selain itu Bupati Bengkalis juga sudah melakukan MoU dengan Bank BNI dan tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan MoU dengan Bank Lain terkait pelayanan yang memberi kemudahan kepada masyarakat dalam hal pembayaran pajak” pungkas Syahruddin

 

Pemerintah pusat telah lama menginstruksikan tentang penggunaansystem manajemen terpadu terkait perpajakan,  seperti yang di canangkan oleh Divisi Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK terkait Host to Host antara Bapenda dengan BPN dimana nantinya system tersebut dan tembus dengan Publikasi, Data dan Informasi (Pusdatim) artinya pembayaran system BPHTD secara online sudah terlaksana dan ketika mengimput data maka data tersebut akan tembus ke Pusdatim.

 

System Manajemen Aplikasi Pajak Terpadu (SIMANJAPADU) natinya diharapkan mampu mengintegrasikan semua sistem dan proses organisasi dalam satu kerangka lengkap, yang memungkinkan Bapenda Kabupaten Bengkalis untuk bekerja sebagai satu kesatuan dengan tujuan terpadu dan terintegrasi sehingga mampu membantu daerah memperoleh lebih banyak peluang pajak. Dengan mengintegrasikan berbagai sistem manajemen, memungkinkan pemerintah daerah memperoleh “nilai lebih” tanpa menginvestasikan lebih banyak waktu ataupun uang guna mengelola seluruh sistemnya yang ingin dijalankan sehingga memberi  kerangka kerja yang berkelas.**

 

Penulis : Supian

 

 

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook