Mengunci Asa AKN Bengkalis di Ujung Tabir

dibaca: 5011 kali
Oleh: Admin Pojok Redaksi | Sabtu, 16 November 2019 - 00:22:50 WIB

Mengunci Asa AKN Bengkalis di Ujung Tabir

Murdani Dosen AKN Bengkalis

OPINI - Akademi Komunitas Negeri Bengkalis merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi penghasil bibit unggul siap kerja yang ada di Kabupaten Bengkalis. Tidak sedikit lulusannya sudah melanglang buana, bekerja dan sukses di dunia industri.

 

Keberhasilan itu tentu saja tidak terlepas dari kerja keras pimpinan, para pengajar dan staff yang membentuk mereka menjadi pribadi yang unggul dan memiliki kompetensi di bidangnya masing - masing. 

 

Namun, kini AKN Bengkalis dirundung masalah pelik yang tak juga menemukan penyelesaian kongkrit. Momok akan ditutupnya pendidikan tinggi berbasis vokasi ini, menjadi hantu yang menakutkan. Kesemua civitas akademi kebanggan Bengkalis ini, tidak akan lagi harus datang pagi ke jalan Ahmad Yani, dan absen di sore untuk menjalankan rutinitas sehari - hari. 

 

Nah, kondisi seperti ini harus cepat ditangani, karena diakhir tahun, menjadi batas akhir untuk menemukan solusi. Walaupun sinyal keberpihakan telah dilemparkan oleh Pemda Bengkalis, namun kampus pembina masih setengah hati untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengajukan syarat mutlak yang seolah-olah menjadi kewajiban dan tak bisa direvisi.

 

Tuntutan akan diterbitkannya peraturan daerah (perda) tentang jaminan pembiayaan sebenarnya masuk akal, namun tidak tepat pada waktunya. Karena ke khawatiran mereka adalah kebiasaan pemda lupa menganggarkan dan cenderung untuk terus diingatkan adalah sebab yang menjadi landasan. Dan kenapa menjadi tidak tepat waktunya? Karena waktu dan anggaran untuk membuat perda sudah tidak lagi memungkinkan. 

 

Dengan sisa waktu yang hanya lebih kurang tinggal sebulan, ditambah DPRD lagi fokus membahas anggaran untuk tahun depan, adalah dasar menjadikan hal tersebut tidak mungkin untuk dilakukan. Ditambah lagi, pengusulan perda harus terlebih dahulu merubah prolegda (program legislasi daerah) yang sudah ditetapkan dan memasukkan anggaran untuk pembiayaan. 

 

Jadi, alasan untuk meminta payung hukum (penerbitan perda) terkait pembiayaan AKN Bengkalis oleh sejumlah oknum di kampus induk adalah pembenaran bahwa mereka tidak setuju AKN ini untuk terus dilanjutkan kedepannya? Atau bahasa dukungan yang dilontarkan adalah pemanis cerita yang bertujuan untuk menyejukkan hati yang mendengarnya. Padahal, langkah meminta perda itu adalah upaya untuk mematikan kehidupan AKN Kedepannya. Bukankah pemikiran itu menjadi relevan atas keinginan mereka yang terlalu memaksakan itu? 

 

Penulis : Murdani Dosen AKN Bengkalis, Sedang Menempuh Pendidikan Magister Teknik Mesin Unand

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook