Asmira, Atlet Takraw Putri Bengkalis Ikut Sumbang Perak Bagi Indonesia di SEA Games XXX Filipina
dibaca: 3310 kaliBerita Sebelumnya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Sambut HPN 2026, PWI Bengkalis Gelar PWI Night Fest dan CFN UMKM
Berita Terkait
- Didampingi Ketua PWI Provinsi Riau Bustami HY Resmikan Gedung PWI Bengkalis
- APBD Bengkalis TA 2020 Sudah Diketuk Palu Rp3,820 Triliun
- Syamsurizal Sosialisasi 4 Pilar Dengan Ratusan Pelajar di Bengkalis
- Bupati Amril Mukminin Tinjau 4 Proyek Strategis di Kecamatan Bengkalis dan Bantan
- Fraksi-fraksi di DPRD Bengkalis Sampikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda RAPBD TA 2020
- Kapolda Riau ke Bengkalis, Cek Kesiapan Jajaran Hadapi Karhutla
BENGKALIS - Tim sepak takraw putri Indonesia sukses menyumbang medali perak pada SEA Games XXX di Filipina, hari ini, Ahad, 1 Desember 2019.
Pada pertandingan di Subic Bay Gymnasium, Olongapo, Filipina tersebut, tim Indonesia yang diperkuat Dini Sari, Asmira, Lena, Nur Yanti, dan Evana Rahmawati, tampil apik sehingga dapat meraih skor akhir 660 poin.
Tim sepak takraw Merah Putihtersebut menjadi runner up di nomor hoop putri.
Sementara medali emas direbut oleh atlet tuan rumah Filipina yang mendulang 670 poin.
Sedangkan medali perunggu menjadi milik tim Myanmar dengan skor akhir 640 poin.
Meskipun hanya berhasil menyumbangkan medali perak, namun hal itu tetap membanggakan Bupati Amril Mukminin.
Begitu juga masyarakat Kabupaten Bengkalis pada umumnya. Lebih-lebih warga Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan.
Pasalnya, salah satu atlet sepak takraw putri Indonesia yang ikuti mewakili sekitar 267 juta penduduk Indonesia di SEA Games XXX Filipina kelahiran Bantan Tengah. Dia adalah Asmira.
"Baik atas nama pribadi, keluarga, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bengkalis, kami ucapkan selamat dan sukses untuk Asmira," ujar Bupati Amril Mukminin, beberapa saat lalu.
Katanya, meskipun hanya berhasil meraih medali perak, Asmira membuktikan bahwa anak watan Kabupaten Bengkalis juga tidak kalah dengan daerah lain, bisa berprestasi, sertadapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Dia berharap, prestasi yang diraih Asmira ini dapat ditauladani, khususnya oleh para atlet dan generasi muda di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.
Asmira menjadi bagian kontingen Merah Putih untuk sepak takraw putri bersama 5 atlet lainnya, seperti dari Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.
Di tim sepak takraw putri Indonesia di SEA Games XXX Filipina, dara manis berambut sebahu ini dipercaya sebagai tekong dan pengumpan.
Sebelum terpilih berlaga di SEA Games XXX Filipina, Asmira terlebih dahulu mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
Ada 8 atlet putri yang dipanggil masuk Pelatnas. Yakni, Asmira (Riau), Leni (Jabar), Kusnelia (Sulsel), Maharani Wirowati (Jatim), Lena (Jabar), Akyko Micheel Kapito (Sulteng), Arimbi Puspa Dewi (Sulteng), dan Dini Mila Sari (Jateng).
Terima Kasih ke Bupati
Terpisah, Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Bengkalis Zulfan, mengucapkan terima kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga Asmira bisa mewakili Indonesia di SEA Games XXX Filipina.
Selain kepada Ketua KONI Kabupaten Bengkalis, ucapan itu disampaikannya kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin.
“Keikutsertaan Asmira di SEA Games XXX Filipina, juga tidak terlepas dari besarnya perhatian dan dukungan Bupati Bengkalis untuk memajuan dunia olahraga di daerah ini, termasuk cabang sepak takraw,” ujar Zulfan.
Imbuhnya, selain menjadi bagian kontingen Merah Putih di SEA Games XXX Filipina, Asmira juga pernah menjadi kontingen serupa di Asian Games XVIII Jakarta-Palembang, Indonesia, tahun 2018 lalu.
“Saat tampil Asian Games XVIII Indonesia, Asmira tampil bersama teman sekampungnya, Sutini,” tutup Zulfan. ** (rls)
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

