Suwai Sindir Soal Difisit Rp 1.3 T, SF Hariyanto: Belum Dibahas Kok Sudah Tau, Seperti Dukun Saja
dibaca: 481 kaliBerita Sebelumnya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Sambut HPN 2026, PWI Bengkalis Gelar PWI Night Fest dan CFN UMKM
Berita Terkait
- Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Polbeng Sukses Taja Seminar Workshop Desain Grafis
- Antusias Muda - Mudi Kampar Sambut Cagub Muda Abdul Wahid
- Abdul Wahid Banyak Mendapat Dukungan Warga Siak
- Puluhan Ribu Warga Rumbai Pekanbaru Hadiri Kampanye Abdul Wahid - SF Hariyanto
- Ketua PDI - P Zukri Perintahkan Kawal Kemenangan Cagubri Bermarwah di Pelalawan
- Belum Ada Listrik, Dosen Polbeng Beri Bantuan Lampu Tenaga Surya di Ponpes Nurul Azhar Bagan Benio
PEKANBARU - Calon Gubernur Riau nomor urut 3 Syamsuar menyinggung soal defisit APBD tahun 2025 sebesar Rp1,3 triliun dalam debat kedua Pilkada 2024, Ahad (17/11/2024).
Mantan Gubernur Riau itu mengatakan belum pernah ada terjadi defisit anggaran di Pemprov Riau selama ini.
"Kalau menjadi gubernur Riau bagaimana pasangan nomor urut 1 mengatasi defisit anggaran ini," tanya Syamsuar kepada Abdul Wahid-SF Hariyanto.
Mendapat pertanyaan soal isu yang kini hangat di Riau, SF Hariyanto mengatakan bahwa pertanyaan tersebutlah yang ditunggu-tunggunya.
“Pernyataan ini saya tunggu. Pak Syamsuar lupa, saya ini Ketua TAPD, Sekda (sebelumnya). Beliau tidak tahu bahwa di tahun 2023, defisit Rp1,7 triliun sudah saya selesaikan. Saya yang melakukan rasionalisasi. Mungkin beliau lupa, ya wajar, sudah tua,” kata SF Hariyanto.
SF Hariyanto juga menyinggung soal realisasi pendapatan yang belum sepenuhnya diterima Pemprov Riau. “Sekarang masih bulan Oktober, ada triwulan IV yang belum masuk dari pusat, sekitar Rp400 miliar, dan pajak kendaraan bermotor sekitar Rp240 miliar juga belum masuk. Terus PI 10 persen dari PT PHR belum masuk. Artinya, APBD 2025 pun belum dibahas, kok beliau bisa tahu defisit, seperti dukun saja,” ucapnya.
Sementara itu, Cagubri Wahid menambahkan bahwa defisit baru bisa dikatakan terjadi ketika tahun anggaran berjalan. “Tenang saja, Pak. Nanti kita bereskan,”tegas Wahid.
Menanggapi hal tersebut, Syamsuar menekankan pentingnya perencanaan matang dalam mengantisipasi potensi defisit.
“Ini memang semuanya bisa diatasi, tapi kita harus memperhitungkan semua kemungkinan. Sekarang, honor pegawai honorer belum terbayar. Ini belum pernah terjadi di masa pemimpin sebelumnya," kata Syamsuar.
Ia berharap para pegawai honorer, termasuk yang bekerja di rumah sakit, tetap semangat meskipun menghadapi keterlambatan pembayaran. “Ke depan, semoga kondisi ini bisa segera membaik, baik di tingkat daerah maupun pusat,” tambahnya.
Di sisi lain, Wahid menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini jika diberi amanah memimpin Riau.
“Insya Allah, kalau kami yang diberikan amanah, biar kami selesaikan. Pegawai honorer yang belum dibayar akan kami prioritaskan. Pak Syam, lebih baik serahkan Riau ke kami, biar kami urus dengan baik,” pungkas Wahid.**
Editor : SUPIAN
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

