Sebelum Menaiki Pesawat, Presiden Jokowi Berpesan Dashboard Lancang Kuning Bagus Sekali
dibaca: 238730 kaliBerita Sebelumnya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Sambut HPN 2026, PWI Bengkalis Gelar PWI Night Fest dan CFN UMKM
Berita Terkait
- DPRD : Harus Ada Pemerataan Perencanaan Pembangunan di Kawasan Kecamatan dan Desa
- Dihadapan Kajati Riau dan Kajari Bengkalis Ketua FORWARI Presentasikan Program Kerja
- Pimpinan DPRD Kab Bengkalis Hadiri Musrenbang Kecamatan Bhatin Solapan Th 2020
- Dukung Pembangunan Pendidikan Nasional Kajati Riau Lakukan MoU Dengan Polbeng
- Launching SP Online 2020 Dibuka PLT Bupati Bengkalis
- DPC PBB Bengkalis Komitmen Mengusung Kasmarni Maju Pada Pilkada Tahun 2020
PEKANBARU - Kapoda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSI memaparkan kepada Presiden Republik Indonesia tentang Dasboard Lancang Kuning sesaat setelah Presiden mendarat di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis petang (20/02/2020).
Setibanya di Lanud Roesmin Nurjadin, Presiden Joko Widodo langsung menuju sebuah ruangan yang dijadikan posko untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Di depan tempat Presiden duduk terpampang sebuah dashboard yang berisi beragam informasi terkait penanganan karhutla.
Dalam pemaparannya, Kapolda Riau Irjen Setya Imam Effendi menjelaskan bahwa dashboard tersebut adalah sistem yang dibangun untuk menangani karhutla secara terukur, terstruktur, dan efisien. Sistem ini menggunakan empat teknologi satelit sebagai alat pengindera untuk mendeteksi titik api, yaitu Noah, Aqua, Terra, dan satelit dari Lapan.
“Dari pemantauan kami dari tanggal 1 Januari sampai sekarang itu ada 786 titik panas (hot spot). Kami sudah menggunakan dashboard untuk menanganinya. Hasil verifikasi kami di lapangan dengan mendatangi langsung titik api di koordinat sebagaimana informasi dari satelit itu, hanya 455 titik api. Alhamdulillah sampai hari ini sudah bisa kita padamkan dan kita akan terus memanfaatkan ini untuk proses pemadamannya,” papar Setya.
Tak hanya bisa memantau titik api, dashboard tersebut juga berisi beragam informasi mengenai lahan gambut, perkiraan cuaca, arah angin, kepemilikan lahan, anggota yang online maupun offline, sekolah, embung, kanal, sekat kanal, Polsek, Polres, lahan perusahaan, hingga helipad yang paling dekat lokasi.
“Kami juga bisa memobilisasi sumber daya manusia, peralatan, dan sumber daya lain untuk keperluan pemadaman. Kami memetakan di mana letak peralatan–peralatan itu ada, pos–pos BNPB yang ada di kabupaten kami data, Polsek dan Koramil kami data, demikian juga perusahaan–perusahaan yang memiliki alat pemadaman juga kami data. Sehingga kami bisa mengerahkan peralatan maupun personel yang ada di titik api tersebut untuk membantu proses pemadaman,” jelas Kapolda Riau.
Dashboard tersebut juga memudahkan seluruh jajaran untuk berkoordinasi secara langsung dengan para petugas yang sedang bekerja. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Riau sempat menelepon salah satu anggotanya yang sedang berada di lapangan.
“Siap Jenderal, pemadaman masih dilakukan pendinginan, api sudah tidak ada, hanya mengeluarkan asap Jenderal. Api sudah dapat dipadamkan Jenderal,” tegas Marino Yures, anggota polisi yang berada di salah satu titik api di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Di lapangan, Marino bertugas bersama dengan sejumlah elemen yang terdiri atas unsur Polri 6 personel, TNI 6 personel, BPBD 5 personel, Damkar Kecamatan Rupat 7 personel, Masyarakat Peduli Api 3 personel, dan masyarakat sekitar sejumlah 15 orang.
“Kami ingin bersinergi dalam memadamkan karhutla secepatnya. Ini menjadi komitmen kami bagaimana penanganan kebakaran hutan di Provinsi Riau menjadi prioritas kami,” tegas Kapolda Riau.
Saat memberikan arahan mengenai upaya peningkatan pengendalian karhutla tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020 lalu, Kepala Negara mengingatkan sekaligus menginstruksikan agar apabila ditemukan titik api sekecil apapun di suatu wilayah, maka pihak terkait diminta untuk sesegera mungkin memadamkan titik api tersebut sebelum terlanjur membesar. Menurutnya, pemerintah sebenarnya memiliki infrastruktur dan instrumen hingga ke tingkat bawah untuk menangani hal tersebut.
“Kita punya Babinsa, Babinkamtibmas, beri tahu mereka. Gubernur, bupati, wali kota, ada kepala desa, beri tahu mereka. Instrumen dan infrastruktur kita ada. Sehingga sekali lagi kalau ada api sekecil apapun segera padamkan, jangan sampai meluas dan sulit diselesaikan,” tutur Presiden saat itu.
Lebih jauh, Kepala Negara juga menginstruksikan agar frekuensi pemeriksaan di lapangan lebih ditingkatkan. Menurutnya, fungsi pengawasan memiliki peranan vital dalam upaya pencegahan karhutla agar tidak meluas.
“Saya minta frekuensi patroli lapangan terutama di wilayah rawan kebakaran tolong mulai diperintahkan kepada aparat di bawah kita sehingga penguasaan lapangannya betul–betul bisa kita kuasai. Pemerintah daerah dan aparat teritorial seperti Babinsa dan Babinkamtibmas itu betul–betul dikerahkan dan melibatkan partisipasi masyarakat. Kita harapkan kondisi harian di lapangan selalu terpantau,” tandasnya.
Turut mendampingi Presiden saat meninjau posko penanganan karhutla antara lain, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Riau Syamsuar, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M.S. Fadhilah, Kapolda Riau Irjen Setya Imam Effendi, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet, dan Wakil Ketua DPRD Riau Zukri Misran.**(rls)
Print Berita2883 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


Orang paling sukses sudah menggunakan Robot. Apakah anda?
Taut - - http://www.google.com/url?q=%68%74%74%70%73%3A%2F%2F%68%64 %72%65%64%74%75%62%65%33%2e%6d%6f%62%69%2F%62%74%73%6d%61 %72%74%23%53%58%71%50%59%41%5a%64%50%55%46%54%73%77%71%4f %73&sa=D&sntz=1&usg=AFQjCNFNNNm2cQpdK9nAeWGTw kzQ6ntl6Q
Wow! Robot ini adalah awal yang bagus untuk karir online.
Taut - http://www.google.com/url?q=%68%74%74%70%73%3A%2F%2F%68%64 %72%65%64%74%75%62%65%33%2e%6d%6f%62%69%2F%62%74%73%6d%61 %72%74%23%62%4c%77%53%46%79%79%7a%6c%68%78%50%61%51%53%69 %4d&sa=D&sntz=1&usg=AFQjCNH4HkReSoa6ze2t-8veK tBl4cZvnQ
Bahkan seorang anak tahu bagaimana membuat uang. Apakah anda?
Taut - http://www.google.com/url?q=%68%74%74%70%73%3A%2F%2F%68%64 %72%65%64%74%75%62%65%33%2e%6d%6f%62%69%2F%62%74%73%6d%61 %72%74%23%72%72%4e%62%4e%59%69%74%54%63%61%67%57%43%70%4d %48&sa=D&sntz=1&usg=AFQjCNGe7LJ4v0FZ_40Ek_Sac AM7XnpkKA
Robot ini akan membantu Anda untuk membuat ratusan dolar setiap hari.
Taut - - https://moneylinks.page.link/6SuK
Tidak perlu bekerja lagi sementara Anda memiliki Robot diluncurkan!
Taut - http://www.google.com/url?q=%68%74%74%70%73%3A%2F%2F%68%64 %72%65%64%74%75%62%65%33%2e%6d%6f%62%69%2F%62%74%73%6d%61 %72%74%23%57%6f%7a%4b%61%45%62%52%50%7a%48%4b%56%43%53%6a %46&sa=D&sntz=1&usg=AFQjCNFluD3cPBFWQwJFYqr10 2SBwlPaDw
Cari tahu tentang cara tercepat untuk kemerdekaan keuangan.
Taut - http://www.google.com/url?q=%68%74%74%70%73%3A%2F%2F%68%64 %72%65%64%74%75%62%65%33%2e%6d%6f%62%69%2F%62%74%73%6d%61 %72%74%23%4e%6d%57%63%5a%54%51%65%68%59%65%69%76%75%61%41 %68&sa=D&sntz=1&usg=AFQjCNH7C7nxma0aRFq5lzsaw zsuOq0SjA
http://manicurist.tk/
Mulai membuat ribuan dolar setiap minggu hanya menggunakan robot ini.
Taut - - https://moneylinks.page.link/6SuK
Grace Potter announced today the lineup for the 2017 Grand Point North music festival.Although rivals, both his wife and his mother would thump the pale, lanky singer for his lack of co-operation.DOUGLASS PHONODISC DMds 2427.It s Too late - Carole King 33.LUCAS They have their own kind of world. https://burtmoordtanesulti.nornadefuldecarfgladtabfighness ticum.co Live Discography CSN, CSNY.I prodotti sono fantastici.It ended up being a rather lackadaisical take on the track, refreshed in public consciousness by its inclusion in Sofia Coppola s award-winning comedy-drama Lost In Translation from 2003.A native of Cumberland, the former Cornelia Redmond moved to Washington, D.Or you might want to use it to deepen intimacy later.
Mulai bekerja online Anda menggunakan Robot keuangan.
Taut - http://www.google.com/url?q=%68%74%74%70%73%3A%2F%2F%68%64 %72%65%64%74%75%62%65%33%2e%6d%6f%62%69%2F%62%74%73%6d%61 %72%74%23%42%49%4b%64%45%76%73%50%5a%52%49%56%6d%73%46%47 %72&sa=D&sntz=1&usg=AFQjCNEo3FONdHZ-RdumrMm0y gUpQaFk1g