KPU Bengkalis Kukuhkan 55 Orang Relawan Demokrasi Pemilu 2019
dibaca: 2477 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- Bupati Kasmarni dan Rombongan Lanjut Safari Ramadhan di Kecamatan Bandar Laksamana
Berita Terkait
- Kadis PMD Yuhelmi: Awal Februari Bupati Amril Mukminin Serahkan SK Pendamping Desa
- Rencana MY 2018-2021 Sudah Batal, Tak Ada Kaitannya dengan Penyidikan Proyek MY 2013 oleh Tim KPK
- STIE Syariah Laksanakan Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan BUMDesa
- Bupati Bengkalis Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama Hasil Assesment
- Tahun ini, Alokasi Dana Kelurahan di Bengkalis Rp7 Miliar
- Penghujung Tahun 2018, 6 Tim Bola Volley Rebut Trophy AKN CUP di Babak Final
BENGKALIS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis menggelar pengukuhan terhadap 55 orang Relawan Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 di Aula Hotel Surya Bengkalis Jalan Panglima Minal Desa Senggoro Senin, 28 Januari 2019.
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua KPU, Defitri Akbar di dampingi 3 komisioner Elmiawati Safarina, Khairul Saleh dan Syueb Usman serta unsur sekretariat KPU Bengkalis.
Defitri Akbar dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemilu yang dilakukan saat ini merupakan Pemilu yang paling sibuk dibandingkan dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Sehingga, dengan dibentuknya Relawan Demokrasi diharapkan dapat membantu KPU dalam melakukan sosialisasi maupun pemantauan tahapan Pemilu dan dapat meningkatkan partisipasi pemilih tahun 2019,” katanya.
Defitri mengungkapkan kegiatan pembentukan Relawan Demokrasi pada pelaksanaan Pemilu tahun sebelumnya juga sudah ada, namun untuk tahun 2019 terdapat perperbedaan tugas.
Sementara itu, relawan yang terdiri dari 55 orang tersebar untuk 11 kecamtan di Kabupaten Bengkalis ini akan melakukan beberapa kelompok sasaran diantaranya kelompok pemilih pemula, kelompok pemilih perempuan, kelompok Pemilih disabilitas, kelompok pemilih keagamaan serta kelompok masyarakat pinggiran.
Sehingga tambahnya, pembentukan relawan demokrasi ini harus diberi apresiasi. Dengan adanya pembentukan Relawan Demokrasi diharapkan akan mampu membantu KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih mencapai angka sebesar 78.9 persen.
“Gerakan relawan demokrasi merupakan kegiatan sosial bukan politik, namun demikian sasaran yang dituju mengarah kepada politik. Diharapkan relawan demokrasi mampu memposisikan sesuai kapasitasnya, bukan mengampanyekan salah satu pendukung,” tandasnya. #DISKOMINFOTIK
Print Berita
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

