Ketua PCNU Siak Riau, Dukung Mekanisme Musyawarah Mufakat Pada Muktamar NU Ke 34

dibaca: 696 kali
Oleh: Editor Politik | Kamis, 23 Desember 2021 - 10:02:20 WIB

Ketua PCNU Siak Riau, Dukung Mekanisme Musyawarah Mufakat Pada Muktamar NU Ke 34

Ketua PC NU Siak K.H. Tayib Firdaus

LAMPUNG. Salah satu utusan dari Provinsi Riau K.H Tayib Firdaus dukung mekanis musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan pada muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama.

 

hal itu ia ungkapkan kepada awak media diarena pembukaan mukmatar di ponpes darussaadah lampung (22/12/21)

 

Menurut kiyai tayib, NU sebagai ormas islam terbesar, harus mencerminkan nilai-nilai islam itu sendiri dalam setiap keputusan yang diambil


"Sebagai Ormas Islam terbesar, seharusnya NU memperlihatkan betapa nilai ajaran islam itu diterapkan dalam setiap keputusan yang diambil, termasuk dalam pemilihan tanfidziah yang harus berdasarkan musyawarah mufakat" tegas ketua PC NU kab. siak ini

 

Ketua NU siak ini juga mengatakan, musyawarah mufakat ini juga mencerminkam betapa warga NU sangat rendah hati, tidak mendahulukan nafsu dan jabatan, sehingga tidak mudah disulut dengan janji-janji sesaat.

 

"musyawarah mufakat adalah model yang tepat, mencerminkan betapa warga NU tawadhu dan tidak haus jabatan, tidak mengutamakan nafsu kekuasaan, melainkan berkomitmen terhadap peran NU untuk umat" lanjut kiyai tayib

 

Ketua NU Siak Toyib firdaus juga berharap mekanis pemilihan ketua tanfidz dengan mufakat dapat diterima oleh seluruh muktamirin.

 

"Mekanisme AHWA hendaknya juga berlaku untuk pemilihan tanfidziah, voting merupakan langkah paling akhir jika terjadi kebuntuan, saya berharap semua muktamirin menerima, sebab saya khawatir jika voting didahulukan akan terjadi mobilisasi, politisasi dan perpecahan" tutup H. tayib firdaus

 

Penyunting : SUPIAN

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook