Kasus HIV Bengkalis Didominasi Kelompok Lelaki Suka Lelaki
dibaca: 545 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Berita Terkait
- Bupati Bengkalis Kasmarni Raih Dua Penghargaan Dihari Kesehatan Nasional 2025
- Bupati Bengkalis Kasmarni Raih Dua Penghargaan Dihari Kesehatan Nasional 2025
- Bupati Bengkalis Kasmarni Raih Dua Penghargaan Dihari Kesehatan Nasional 2025
- Kecamatan Bantan Salurkan Bantuan Sembako Untuk Masyarakat Pambang Pesisir
- Pakar Hukum UIR : Praperadilan Bisa Uji Kejanggalan Penangkapan Gubernur Riau Oleh KPK
- Pakar Hukum UIR : Praperadilan Bisa Uji Kejanggalan Penangkapan Gubernur Riau Oleh KPK
BENGKALIS, - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mencatat peningkatan kasus HIV yang kini banyak ditemukan pada kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL). Perubahan pola kasus ini terpantau melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Bengkalis, Irawadi, menjelaskan bahwa perubahan sosial dan mobilitas penduduk membuat penyebaran HIV semakin heterogen.
"Saat ini semakin banyak orang dari luar daerah hingga luar provinsi yang masuk, termasuk ke lingkungan kampus. Mobilitas tinggi membuat pola penyebaran HIV berubah dibandingkan dulu,” ungkapnya, Selasa (18/11/2025).
Menurut Irawadi, pada tahun-tahun sebelumnya kasus HIV di Bengkalis lebih banyak ditemukan pada pekerja seks. Namun situasinya kini berbeda.
“Kasus HIV yang sekarang ditemukan mayoritas berasal dari kelompok lelaki seks lelaki. Ini perubahan yang cukup signifikan,” katanya.
Dinas Kesehatan telah meningkatkan upaya edukasi dengan melakukan sosialisasi keliling di seluruh kecamatan, termasuk sekolah-sekolah. Edukasi ini difokuskan pada pelajar tingkat SMP, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.
“Masa SMA sebenarnya adalah masa paling rentan karena merupakan fase peralihan remaja. Namun kewenangan kabupaten baru sampai tingkat SMP, sehingga penyuluhan kami fokuskan di sana,” jelas Irawadi.
Ia menegaskan bahwa remaja kelas 1 hingga 3 SMA merupakan kelompok yang sangat krusial dalam pencegahan perilaku berisiko.
“Kami khawatir anak-anak muda mudah terpengaruh. Karena itu pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.
Dalam rangka Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan juga akan mengadakan kegiatan edukasi di sejumlah kampus untuk memperkuat kesadaran generasi muda.
Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, tercatat 51 orang LSL di wilayah ini dan seluruhnya terkonfirmasi positif HIV, dengan dua orang juga mengidap penyakit infeksi menular seksual
Rinciannya sebagai berikut:
Puskesmas Duri: 38 LSL, seluruhnya positif HIV
RSUD Mandau: 4 LSL, seluruhnya positif HIV
RSUD Bengkalis: 4 LSL, seluruhnya positif HIV
Puskesmas Bengkalis: 2 LSL, seluruhnya positif HIV
Puskesmas Pambang, Sadar Jaya, dan RS Thursina: masing-masing 1 LSL, seluruhnya positif HIV
Irawadi menegaskan bahwa edukasi masyarakat harus terus dilakukan. “Kami mengimbau masyarakat, terutama anak muda, untuk menjauhi perilaku berisiko. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi diri dan generasi kita,” tutupnya(Rls).**
Penyunting : SUPIAN
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

