Kapolres : Ini Simbol Marwah dan Amanah
dibaca: 133 kaliBerita Sebelumnya
- Sukses Gelar Estafet " MUI Goes To School" Siapkan Bekal Keilmuan Sambut Ramadhan 1447 H
- Bupati Bengkalis Kasmarni Hadiri Rakor Nasional di Jakarta, Presiden Prabowo Tekankan Kerja Nyata
- Bupati Kasmarni Apresiasi Dedikasi AKBP Budi dan Sambut Hangat AKBP Fahrian
- Hadiri Pisah Sambut Danrem 031/WB Bupati Kasmarni Komit Perkuat Sinergi Pemkab Bengkalis dan TNI
Berita Terkait
- Sukses Gelar Estafet " MUI Goes To School" Siapkan Bekal Keilmuan Sambut Ramadhan 1447 H
- Bupati Bengkalis Kasmarni Hadiri Rakor Nasional di Jakarta, Presiden Prabowo Tekankan Kerja Nyata
- Bupati Kasmarni Apresiasi Dedikasi AKBP Budi dan Sambut Hangat AKBP Fahrian
- Hadiri Pisah Sambut Danrem 031/WB Bupati Kasmarni Komit Perkuat Sinergi Pemkab Bengkalis dan TNI
- Gebyar Pajak Tahunan Desa Pambang Pesisir Meriah, Warga Terima Hadiah
- Camat Bantan Tekankan Pelayanan Prima dan Dukungan Program MBG di acara Apel Pagi Desa Pambang Pesis
BENGKALIS – Komitmen menjaga marwah budaya Melayu ditunjukkan Polres Bengkalis melalui Apel Launching Pemasangan Tanjak dan Selempang di lingkungan kepolisian, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis, Datuk Sri Ilham M. Nur, Wakapolres Bengkalis, para Pejabat Utama Polres Bengkalis, serta seluruh personel.
Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, dalam amanatnya menegaskan bahwa pemasangan tanjak dan selempang bukan sekadar atribut seremonial, melainkan simbol penghormatan terhadap adat istiadat Melayu yang menjadi jati diri masyarakat Negeri Junjungan.
“Tanjak melambangkan marwah, keteguhan prinsip, dan kebijaksanaan dalam bertindak. Sementara selempang adalah simbol amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan penuh integritas,” tegas Kapolres.
Ia menekankan, sebagai insan Bhayangkara, setiap personel wajib menempatkan kehormatan institusi di atas kepentingan pribadi, berpikir jernih dan arif dalam mengambil keputusan, serta menjunjung tinggi nilai adat dan kearifan lokal dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, tanjak yang dikenakan di kepala menjadi pengingat agar anggota Polri senantiasa menggunakan akal sehat, hati nurani, dan landasan hukum saat bertindak. Sedangkan selempang di pundak menjadi simbol bahwa setiap kewenangan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik secara kedinasan, moral, maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Melalui momentum tersebut, Polres Bengkalis berharap sinergitas bersama LAM semakin kuat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Bengkalis.
Apel ditutup dengan pernyataan resmi dimulainya pemasangan tanjak dan selempang sebagai bagian dari penguatan identitas budaya di lingkungan Polres Bengkalis.**
Penyunting : SUPIAN
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

