Kononnya, Desa Teluk Lecah Merupakan Desa Pertama Menggelar Ritual Mandi Safar di Pulau Rupat
dibaca: 10010 kaliBerita Sebelumnya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Sambut HPN 2026, PWI Bengkalis Gelar PWI Night Fest dan CFN UMKM
Berita Terkait
- Ini Susunan Lengkap Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin
- Hadiri Apel Peringatan HSN 2019 di STAIN Bengkalis, Ini Harapan Kaderismanto
- Terkait Realisasi Anggaran Tahun 2019, Komisi IV Panggil Kadisdik Edi Sakura
- Lakukan Inovasi, Bapenda Bengkalis Bangun SIMANJAPADU
- BIMTEK Pendamping Desa Pembangunan Resmi Dibuka Kadis PMD Bengkalis
- Siti Nurbaya : Budidaya Kayu Gerunggang Bagus Untuk Pertumbuhan Ekonomi
PULAU RUPAT - Tradisi Budaya Mandi safar yang bertujuan menolak bala atau musibah yang digelar setiap tahun. Pada tahun ini kegiatan mandi safar di Desa Teluk lecah berlangsung meriah yang dilaksanakan pada Rabu (23/10/19) bersamaan 24 Safar 1441 Hijriah.

Para Tokoh Beserta Undangan Saat Pelaksanaan Mandi Safar di Pantai Desa Teluk Lecah
Saat dihubungi awak media bengkalisinfo.com melalu pesan WhatApp ketua panitia penyelenggara Abd. Razak mengatakan “Sebagaimana biasanya sejak tadi malam selesai Shalat Magrib melakukan pembacaan yasin bersama di setiap masjid kemudian selepas shalat Isya mengadakan pertandingan festival musik melayu, di halaman Pentas Kesenian Kantor Desa hingga pagi ini, dimulai jam 8.30 wib tadi pagi diiringi dengan kesenian Tari Zapin Melayu sekaligus pembukaan yang di buka oleh Pj. Kepala Desa Bapak Agafri, SE. hingga pelepasan turun ke pantai untuk memasangkan wafak, lalu menepuk tepung tawar, dan sore ini diiringi kegiatan pertandingan rakyat seperti tanding sampan layar, layang-layang, trompah, tarik upih, jalan anggau, joget balon “ jelas Razak
Foto Bersama Pj. Kepala Desa Beserta Panitia Pelaksana
Dijelaskan juga oleh salah satu Tokoh Sejarah masyarakat Desa Teluk Lecah Jamaludin memaparkan “Berdasarkan sejarah singkat, Trandisi Mandi Safar di Pulau Rupat ini, merupakan Tradisi Budaya Adat secara turun-temurun, awal mulanya dari Tahun 1236 Hijriah, di Desa Teluk Lecah, bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Desa Teluk lecah, hingga sekarang, sudah terhitung 205 tahun yang lalu atau yang ke 205 kalinya"

Pemasangan Wafak dan Tepuk Tepung Tawar Oleh Pj. Kades Teluk Lecah A. Gafri, SE
Sambungnya lagi "Dalam Tradisi ini dilakukan peletakan Wafak (tulisan jawi kuno) dari tokoh agama Syekh Tuan Tun Maksup asal Negeri Johor Malaysia, Desa Teluk Lecah Merupakan Desa Pertama yang melakukan Tradisi Mandi Safar ini, sedangkan kemudian beberapa tahun kebelakangan ini baru di ikuti didesa Makruh dan didaerah Rupat utara lainnya” jelas Jamaludin.

Pj. Kepala Desa Teluk Lecah A. Gafri, SE (Busana Melayu Hijau) Saat Menuju Lokasi Acara Mandi Safar
Selain itu pula Pj. Kepala Desa Teluk Lecah Agafri, SE menyarankan “Tradisi budaya adat yang turun temurun ini harus tetap di pertahankan sehingga tidak hilang di telan zaman, karna memang masyarakat Desa Teluk Lecah ini masih Kental Tradisi dan Budayanya dan sekaligus mengajak semua kalangan masyarakat ikut serta dalam memeriahkan acara Tradisi Budaya Mandi Safar ini, karna memang dari Tradisi Mandi Safar ini lah dengan budaya dan adat yg masih kental, Desa Teluk Lecah Menjadi lebih dikenal, baik dari tingkat Kabupaten hingga ke Provinsi, kedepan di harapkan terus ada peningkatan kegiatan Tradisi Budaya Mandi Safar ini, biar makin ramai dikunjungi masyarakat desa-desa lain hingga sampi dari luar Pulau Rupat” tutup Agafri.**
Penulis : Supian
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

