Ini Permintaan Orang Nomor Satu Bengkalis Kepada Pengurus LPTQ

dibaca: 2115 kali
Oleh: Admin Pemerintahan Daerah | Sabtu, 25 November 2017 - 11:56:11 WIB

Ini Permintaan Orang Nomor Satu Bengkalis Kepada Pengurus LPTQ

BENGKALIS - Supaya Kabupaten Bengkalis senantiasa melahirkan kader-kader Peserta MTQ yang siap mengikuti berbagai iven, serta terus meraih prestasi gemilang disetiap iven MTQ, tentu harus dimulai dari keseriusan seluruh elemen, baik itu pribadi, stakeholder maupun masyarakat.

Adapun program pembinaan yang dimaksud, seperti mengantar anak-anak kita untuk belajar ke daerah lain yang dinilai lebih baik. Selain itu juga frekuensi pembinaan dan pelatihan terhadap para peserta, dilakukan secara berkesinambungan.

Hal itu sebagaimana disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat membuka Tranning Center (TC) Kafilah Kabupaten Bengkalis pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-36 Provinsi Riau d Kota Dumai, Jum’at 24 November 2017, bertempat di Hotel Surya.

Amril mengatakan, pembinaan terhadap para kafilah harus dilakukan secara istiqomah dan terus menerus serta tersistem dan menghindari cara-cara yang instan. Semua pihak, mulai dari panitia, instruktur dan pihak yang terlibat lainnya, harus menjadikan latihan ini sebagai sebuah amal untuk beribadah.

“Kami tekankan agar pembinaan khusus LPTQ dilakukan secara tearah, terpadu dan berkelanjutan. Mengingat langkah ini menurut kami penting agar kader-kader Kabupaten Bengkalis terus meningkat lebih baik,” Kata Amril.

Tambah Amril, dalam menggali potensi sumber daya manusia yang ahli Al-qur’an, juga diminta LPTQ agar lebih intensif melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan Al-qur’an dan pondok Tahfiz Al-qur’an yang ada, maupun dengan para guru ngaji. Karena melalui pendekatan ini, kedepan akan mudah mencari bibit kader-kader yang bisa dibina untuk lebih professional. (DIS)

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook