Mindset : Kunci Sukses Yang Harus Dimiliki
dibaca: 5883 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- Bupati Kasmarni dan Rombongan Lanjut Safari Ramadhan di Kecamatan Bandar Laksamana
Berita Terkait
- Politeknik Bengkalis dan Disnakertrans Menggelar Job Fair Perdana Di Duri
- Pemkab Bengkalis Terus Berupaya Meningkatkan Jumlah Beasiswa
- Kades Sekodi dan Irmi Syakip Lepas Pawai Taaruf MTQ
- Sebesar Rp3,632 triliun, APBD Bengkalis Tahun 2018 Telah Ketuk Palu
- Pimpin Apel HUT Korpri, Bupati Sampaikan Hal Ini Ke Pegawai
- Bupati Bengkalis Menyerahkan Satya Lencana
BENGKALIS - Mindset atau pola pikir merupakan kata yang selalu kita dengar bahkan sudah menjadi bahasa sehari-hari bagi motivator dalam menyampaikan materinya kepada audien. Pola pikir merupakan bentuk atau patron atau model atau juga cara. Pikiran adalah alat ukur yang digunakan manusia untuk memilih sesuatu yang dinilai lebih baik dan menjamin masa depan diri dan keluarganya. Pikiran merupakan kekuatan pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. Kekuatan yang ditimbulkan mampu menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian dan rasa percaya diri (Ibrahim Elfiky,2009) dengan demikian pola pikir sebenarnya adalah bentuk pikir atau cara berpikir yang disebut Mindset terdiri dari dua kata yakni mind dan set atau pola pikir adalah kepercayaan (belief) atau sekumpulan kepercayaan (set of belief) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang yang akhirnya menentukan level keberhasilan (nasib) hidupnya (Adi W Gunawan, 2007).
Jika kita perhatikan hal tersebut, pola pikir menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugasnya sebagai manusia. Manusia yang memiliki pola pikir baik tentu dapat menjadi manusia yang baik pula begitu juga sebaliknya karena pola pikir dapat memengaruhi perilaku atau sikap seseorang. Alam bawah sadar manusia menjadi faktor kunci untuk dapat merubah pola pikir, hal ini terjadi apabila informasi alam bawah sadar manusia dapat di program dengan baik. Banyak contoh yang dapat kita sampaikan seperti selalu membaca berita-berita bersifat negatif, menonton gosip atau bahkan orang tua zaman dahulu ingin anaknya menjadi seorang pegawai hal itu merupakan isi alam bawah sadar yang dapat membentuk pola pikir dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi zaman now yang selalu di ungkapkan generasi milenial seyogyanya jangan memiliki pola pikir pekerja, pegawai atau karyawan. Generasi milenial harus harus memiliki mindset yang lebih kreatif dari generasi terdahulu, hal ini merupakan suatu keharusan dimana tingkat persaingan yang semakin tinggi dan bukan hanya dari dalam negeri tapi juga persaingan dari luar negeri dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pergeseran pola pikir berarti melakukan perubahan satu pola pikir ke pola pikir yang lain dengan harapan keberhasilan dapat kita raih. Berani mengambil resiko, suka tantangan, mau bekerja keras, percaya diri dan tidak malu adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneurship. Untuk mencapai itu dibutuhkan pergeseran pola pikir yang awalnya tidak mau ambil resiko, takut gagal, tidak ada waktu senggang dan tidak percaya diri menuju pola pikir yang dapat mendukung untuk menjadi seorang entrepreneurship.
Ada beberapa pola pikir untuk menjadi entrepreneur di antaranya :
1. Tidak Gengsian
Arti gengsi Menurut kamus besar bahasa Indonesia memiliki makna : kehormatan, martabat, pamor, prestise, dan status. Sifat gengsi selalu menghambat kreatifitas-kreatifitas yang ingin kita lakukan, dimana rasa malu atau takut yang berlebih-lebihan selalu menghantui seperti takut di cibir orang, takut untuk berbuat yang pada akhirnya menghentikan segalanya.
2. Fokus pada tujuan
Tujuan merupakan sesuatu yang harus ada dalam setiap diri entrepreneur, focus pada tujuan dapat dijadikan alas pijak dan juga pemicu untuk mengatur dan menyusun langkah demi langkah dalam mencapai keberhasilan.
3. Inovatif
Menurut Kuniyoshi Urabe, inovasi merupakan setiap kegiatan yang tidak bisa dihasilkan dengan satu kali pukul, melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif, meliputi banyak proses pengambilan keputusan, mulai dari penemuan gagasan hingga tahap implementasi. Dalam praktiknya inovasi sangat dibutuhkan seorang entrepreneur apakah itu dari model penjualan, produk yang dihasilkan atau pun dalam pengembangan usaha yang di jalankan.
4. Kreatif
Creativity atau dalam Bahasa Indonesia berarti Kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk memberi ide kreatif dalam memecahkan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Baru yang dimaskud bisa berarti temuan terbaru atau memperbaharui yang sudah ada sehingga dapat menghasilkan nilai-nilai baru.
5. Optimis
Optimis memiliki arti sikap yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal. Optimis juga dapat dimaknai keteguhan dan keyakinan terhadap apa yang dilakukan, bagi seorang entrepreneur suatu keharusan memiliki sikap optimis dalam menjalankan usahanya apabila gagal dalam menjalankan usahanya seorang entrepreneur tetap berpandangan baik terhadap kegagalan tersebut dan dapat dijadikan pengalaman dan tidak mudah menyerah dengan keadaan.
Billy Yanis Saputra, MM
Bendahara DPD KNPI Kabupaten Bengkalis
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

