Ketua Gemasaba: Terorisme Bukan Rekayasa dan Pengalihan Isu
dibaca: 3737 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- Bupati Kasmarni dan Rombongan Lanjut Safari Ramadhan di Kecamatan Bandar Laksamana
Berita Terkait
- Ketua MUI Bengkalis Menghimbau Semua Pihak Untuk Menahan Diri
- Polda Riau Diserang Terduga Teroris, Jalan Sudirman Ditutup
- Ketua dan Sekretaris Komisi IV DPRD Bengkalis Apresiasi PKBM Al Bantani
- Hanya Meraih 79 Kursi, Pertama dalam 60 Tahun, Barisan Nasional Kalah di Pemilu Malaysia
- DPMD Rakor Bersama Pendamping Desa Untuk Memaksimalkan Sistem Padat Karya Tunai
- Bripda Bimby, Polwan Cantik Terpilih Sebagai Dara Bengkalis Tahun 2018
BENGKALIS - Teror yang terjadi di surabaya dan terakhir di Mapolda Riau Rabu (16/05/2018) membuat semua pihak marah dan mengecam tindakan yang di lakukan oleh teroris tersebut, kecaman ini juga datang dari organisasi kepemudaan Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Kabupaten Bengkalis.
Dalam realease nya Gemasaba menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban meninggal dunia Ipda Auzar akibat aksi pembacokan teroris di Mapolda Riau. “Serangan teroris yang dilakukan sangat keji dan tidak manusiawi sekali” pungkas Sugianto selaku Ketua Gemasaba Kabupaten Bengkalis.
Generasi milenial sebaiknya bisa menggunakan media sosial sebagai ajang untuk kebaikan dan kebajikan bukan sebaliknya. “Kami menghimbau kepada generasi milenial yang akrab dengan medsos hati-hati dengan berita atau opini yang sifatnya mengaburkan fakta, kita harus bersikap tegas mengecam teroris bahwa teroris itu ada dan bukan rekayasa pengalihan isu untuk itu harus kita waspadai bersama“ ujar Anto yang biasa di panggil.**(BI)
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

