Sugianto : Koin NU Salah Satu Program Kemandirian Warga NU Berkhidmat Untuk Negeri

dibaca: 710 kali
Oleh: Editor Politik | Selasa, 08 Februari 2022 - 20:30:37 WIB

Sugianto : Koin NU Salah Satu Program Kemandirian Warga NU Berkhidmat Untuk Negeri

Foto : Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Sugianto memegang tumpeng pada saat acara Harlah NU di Kecamatan Siak Kecil

SIAK KECIL - Memperingati Harlah Nahdatul Ulama ke 96 dan Harlah Pagar Nusa ke 36, pengurus Pencak Silat Nahdatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Bengkalis menggelar Gebyar Sholawat, Sabtu (05/02/2022) yang di pusat kan di Pondok Pasantren Maarif Desa Sungai Siput Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.

 

Dalam Gebyar Sholawat tersebut di hadiri oleh ulama-ulama NU Kyai Toyib Firdaus, Gus Fuad, Kyai Mubtadiin, Kyai Mutasun dari Kabupaten Siak, serta
Abah Fadli Inayatullah Pimpinan MIA Al-Burdah Baa Kahalis beserta rombongan dari Bengkalis, Ketua ITMAM, Kyai Amri, Kyai Hasan, Ketua Ansor Wira Bawi Sugiarto, Kyai Nizar, Kyai Karim dan Kyai Asnawi.

 

Turut hadir pula Bupati Bengkalis yang dalam hal ini di wakili oleh Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakya Bapak Andris wasono.

 

Salah satu Anggota DPRD Kab. Bengkalis dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sugianto menyebutkan "Dalam momentum Harlah NU dan Pagar Nusa ini, kita menyambut satu abad kebangkitan NU, semoga warga NU tetap kompak dan solid dalam menjaga Silahturahmi" katanya.

 

Berdiri sejak 31 Januari 1926 Masehi, kontribusi NU pada bangsa tidak terhitung jumlahnya, baik dalam konteks pembinaan moral, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan internalisasi nasionalisme dan patriotisme.

 

"Program Launching Koin (Kotak Infak) NU pada momen peringatan Harlah NU di Siak Kecil ini bisa menjadi gerakan kolektif yang dilakukan secara massif oleh seluruh Nahdliyin dengan memanfaatkan jaringan struktural yang ada. Jaringan struktur NU yang paling tepat menggerakkan Koin NU adalah Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) mulai dari Pusat sampai Ranting (desa)" sambung Sugianto.

 

Pada Gebyar Sholawat kali ini dihadiri oleh ribuan warga Nahdliyin dan juga santri baik yang berasal dari Kabupaten Bengkalis maupun dari luar Kabupaten Bengkalis. Hal ini dikarenakan NU dikenal memiliki banyak sosok ulama yang bijak dan rendah hati, berilmu tapi tidak segan bergabung dengan masyarakat biasa.

 

Tak heran jika sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) 1926-2022 membuktikan, organisasi ini mudah diterima di masyarakat kota dan pedesaan. Segala prinsip dan pengalaman baik ini tentunya konsisten dipertahankan NU di usianya yang hampir satu abad. Peran NU memungkinkan toleransi antar agama dan kepercayaan yang berbeda di Indonesia, hingga tercipta Indonesia yang satu dan damai. Seperti slogan yang banyak disuarakan Nahdliyin bahwa "Mencintai negara adalah sebagian dari iman." **

 


Penyunting : SUPIAN

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook