Program Nasional Peremajaan Sawit di Kab. Bengkalis Sangat Berdampak Pada Perekonomian Masyarakat

dibaca: 74 kali
Oleh: Admin Pemerintahan Daerah | Rabu, 17 November 2021 - 10:01:40 WIB

Program Nasional Peremajaan Sawit di Kab. Bengkalis Sangat Berdampak Pada Perekonomian Masyarakat

Penanaman Serentak Gerakan Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat Secara Virtual Beberapa Waktu Yang Lalu

BENGKALISINFO.COM - Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Mohammad Azmir mengatakan bahwa program peremajaan perkebunan sawit secara umum merupakan program nasional dari pemerintah pusat, dana nya bersumber dari BPDPKS kementerian pertanian dan perkebunan pusat. Kemudian dana tersebut langsung disalurkan ke rekening masyarakat yang tergabung kedalam kelompok tani sawit.

 

Adapun kegunaan dari dana tersebut iyalah untuk menganti atau peremajaan sawit masyarakat yang sudah tua, maupun tanaman sawit masyarakat yang masih muda dan tidak produktif lagi. Sasaran dari peremajaan perkebunan sawit kali ini mencakup seluruh wilayah perkebunan yang ada di 11 (sebelas) Kecamatan sepanjang masyarakat tersebut berkeinginan untuk dilakukan replanting.

 

"Setelah dana itu disalurkan ke rekening kelompok, dinas perkebunan kabupaten Bengkalis melakukan verifikasi dan evaluasi terkait dengan area perkebunan itu. Apakah dapat dilakukan peremajaan atau tidak," ucap Azmir kepada wartawan Bengkalisinfo.com diruang kerjanya.

 

Dikatakan Azmir bahwa syarat yang diajukan masyarakat untuk dilakukan replanting minimal 50 hektar lahan sawit, karena kalau kurang dari 50 hektar akan menyulitkan program itu seperti misalnya penyediaan alat berat dan peralatan lain yang digunakan untuk keperluan lokasi lahan yang akan di replanting.

 

Lanjut Azmir lagi, saat ini kelompok tani perkebunan dan kelompok tani holtikultura mengalami pengabungan, dari penggabungan tersebut untuk dilapangan, tenaga penyuluhan yang digunakan dinas perkebunan masih mengunakan tenaga penyuluhan holtikultura. Karena dinas perkebunan belum memiliki tenaga penyuluhan sendiri. Penggabungan perkebunan dan holtikultura dikarenakan bidang tersebut dibawah kementerian pertanian pusat.

 

Namun kedepannya, ungkap Azmir dinas perkebunan Kabupaten Bengkalis akan membentuk tenaga penyuluh sendiri, hal ini tentu untuk memudahkan koordinasi serta untuk menunjang keberhasilan perkembangan perkebunan.

 

Program peremajaan sawit ini, sambung Azmir, sebenarnya dimulai sejak Juni tahun 2019. Artinya awal pengusulannya di tahun 2019. Kemudian untuk pelaksanaannya di tahun 2020 dan pertama kali yang mengusulkan program peremajaan sawit tersebut iyalah kelompok tani yang berasal dari Kecamatan Siak Kecil. Ditahun 2022 yang akan mengajukan peremajaan sawit kelompok tani dari ex plasma PT. ADE Kecamatan Pinggir.

 

"Masyarakat yang bergerak dibidang perkebunan dapat harus dapat memanfaatkan dana ini, karena dana tersebut sumberdaya dari Pemerintah Pusat dan tidak menganggu keuangan daerah. Tentu dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan tanaman sawit yang lebih produktif dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ucapnya.

 

Sebenarnya program ini sangat sejalan dengan program "Bermasa" yang visi dan misi Bupati Bengkalis dalam rangka untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bengkalis secara keseluruhan. Kemudian berdasarkan hasil analisa dinas perkebunan Kabupaten Bengkalis masyarakat di Kabupaten Bengkalis pada umumnya yang terdampak dari kebun sawit hanya 60 persen dari seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkalis. Baik dampaknya dari sektor budidaya maupun dampak dari sektor jasa dan pabrik.

 

Kendala yang dihadapi dinas perkebunan Kabupaten Bengkalis dalam melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap kelompok tani sawit yang ada di Kabupaten Bengkalis seperti misalnya adanya pertikaian antar anggota kelompok dalam penguasaan lahan perkebunan itu sendiri. Selanjutnya kendala lain seperti status lahan yang masuk kedalam area lahan konservasi atau lahan gambut.

 

Namun setiap permasalahan yang muncul selalu dapat diatasi dengan berbagai penyelesaian seperti melakukan mediasi yang di fasilitasi dinas perkebunan Kabupaten Bengkalis dan mediasi tersebut dapat berjalan dengan baik. Selama program peremajaan ini berjalan tanggapan dari masyarakat bahwa mereka sangat terbantu, paling tidak dapat mengurangi masyarakat di masa pandemi covid - 19.

 

Diketahui, ungkap Azmir lagi, jumlah kebun sawit untuk 11 Kecamatan sekitar 134 ribu hektar dan bantuan peremajaan sawit untuk satu hektar sawit berjumlah Rp. 30 juta dan uang tersebut langsung ditransfer ke rekening kelompok tani sawit tersebut. Akan tetapi pengunaannya tetap dipantau oleh BPDPKS. Bibit yang akan dibeli oleh kelompok tani harus yang asli atau unggul karena ada kaitannya dengan rendemin. Karena jika bibit sawit yang dibeli masyarakat itu tidak asli maka akan berdampak tiga hal antara lain, produksi TBS nya rendah, rendeminnya juga rendah dan yang terakhir pendapatan petani otomatis akan menurun.

 

Untuk wilayah Propinsi Riau khususnya Kabupaten Bengkalis salah satu Kabupaten yang memiliki area perkebunan sawit yang luas dan salah satu area terbesar di wilayah Propinsi Riau saat ini. Dengan luasnya area perkebunan sawit, Ini merupakan momentum bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk meningkatkan kualitas perkebunan dengan memanfaatkan bantuan peremajaan sawit tersebut.

 

Jika peluang ini dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan domestik bruto. Untuk bibit sawit, Dinas perkebunan Kabupaten Bengkalis berkeinginan sawit yang ditanam oleh masyarakatnya atau kelompok tani itu memiliki kualitas tinggi ditandai dengan sertifikasi yang unggul sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

 

Kemudian untuk program ditahun 2022, kepala dinas perkebunan Kabupaten Bengkalis Muhammadiyah Azmir mengutarakan target nya adalah untuk mengejar kewajiban perusahaan berupa tanaman plasma, menyiapkan bibit bersubsidi agar masyarakat perkebunan sawit terbantu dalam mengembangkan perkebunan sawit.

 

Dinas perkebunan juga akan melakukan percepatan inventarisasi kebun masyarakat artinya seluruh perkebunan sawit masyarakat akan didata apakah masyarakat benar - benar mengunakan bibit yang berkualitas.**

 

Penulis : Supian

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook