Imam Besar Majlis Dzikir Jamiatul Sholihin Serukan Semua Jemaah Menangkan Abdul Wahid

dibaca: 889 kali
Oleh: Editor Politik | Minggu, 22 September 2024 - 18:59:57 WIB

Imam Besar Majlis Dzikir Jamiatul Sholihin Serukan Semua Jemaah Menangkan Abdul Wahid

Foto : Cagubri Abdul Wahid diperkenankan Imam Besar Majlis Dzikir dihadapan Jemaah dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW

PEKANBARU. -Imam Besar Majlis Zikir Jamiatul Sholihin (JMS) H. Nahril Lubis perintahkan kepada ribuan jamaah untuk menangkan Abdul Wahid - S.F. Hariyanto sebagai Gubernur Riau.

 

Hal itu ia sampaikan saat mengisi tausiah agama dalan rangka peringatan maulid Nabi Muhammad S.A.W. di markas majid jamiatul shalihin jl unggas pekanbaru, minggu (22/9/2024).

 

"Saya punya silsilah guru sampai ke syekh mustafa husen, belajar di mekah syekh khatib al minangkabawi, satu guru dengan syekh sulaiman arrasuli pendiri Perti candung" kata ustadz nahri

 

"Ternya pak wahid ini santi dari candung, silsilah sanad syekh sulaiman arrasuli, kami satu sanad keilmuan, disitulah awalnya saya ingin mendukung beliau, kapan lagi punya gubernur santri" lanjut imam besar JSM ini

 

Ustadz Nahri lubis menyerukan dan meminta seluruh jamaahnya turut berjuang memenangkan Abdul Wahid sebagai gubernur.

 

"Saya minta kepada seluruh jamaah untuk sama-sama berjuang memenangkan, ajak tetangga-tetangga kita" seru ustadz nahri

 

Ia juga mengingatkan pilgub 5 tahun lalu pernah mendukung calon, namun setelah jadi dilupakan.

 

"Semua jamaah pasti ingat, kita pernah mendukung pilgub 5 tahun lalu, tapi hanya dapat janji palsu, saat ini kita minta pak wahid harus tunaikan semua komitmen dan janji-janjinya, beliau santri, insya allah amanah" tegas imam besar JMS ini.

 

Majlis zikir jamiatul shalihin al wahdhah berpusat di jl unggas bukit raya pekanbaru, dominan dari jamaah ibu-ibu yang solid dan militan.**


Editor : SUPIAN

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook