Jefri Al Malay Siap Tampil di Kenduri Seni Melayu 2026 Batam
dibaca: 23 kaliBerita Sebelumnya
- Seluruh Perangkat Desa Pambang Pesisir Lulus Tes Urine
- Kepengurusan SEMA IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Periode 2026/2027 Resmi Dilantik
- Luruskan Hoak Pocong yang Resahkan Warga
- Masjid Almuslihun Tegal Sari Jadi Pelaksanaan Qurban Terbanyak di Kecamatan Bengkalis Tahun 2026
Berita Terkait
- Akademisi HTN Soroti Mosi Tidak Percaya Terhadap Setwan Riau
- Akademisi HTN Soroti Mosi Tidak Percaya Terhadap Setwan Riau
- Dhava Dorong RAT Luar Biasa Koperasi KUB, Minta Anggota dan Masyarakat dapat Kejelasan
- Cetak Talenta Muda Berprestasi di Politeknik Negeri Bengkalis
- Soroti Pengelolaan Deviden Rp. 8,44 Miliar dan Hak 2.,535 Anggota
- Anggota Koperasi KUB Desak Transparansi Pengelolaan Dana Dividen Rp. 8,44 Miliar
BATAM – Perhelatan budaya Melayu terbesar di Kepulauan Riau, Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, dipastikan akan digelar pada 2–5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kota Batam. Ajang budaya berskala internasional tersebut akan menghadirkan berbagai seniman dan budayawan Melayu, termasuk maestro sastra asal Riau, Jefri Al Malay.
Kehadiran Jefri Al Malay menjadi sorotan karena rekam jejaknya sebagai seniman religius-kultural yang pernah menjuarai Kejohanan Penyair Panggung se-Asia Tenggara. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Melayu Riau dan dikenal aktif melestarikan khazanah budaya Melayu.
Dukungan dan apresiasi pun datang dari Kaderismanto. Menurutnya, keterlibatan Jefri Al Malay dalam KSM 2026 menjadi bukti bahwa marwah dan jati diri Melayu Riau tetap diperhitungkan di tingkat regional maupun internasional.
Kehadiran Jefri Al Malay di Kenduri Seni Melayu 2026 bukan sekadar penampilan seni, tetapi simbol bahwa sastra dan budaya Melayu Riau masih menjadi salah satu rujukan penting di Asia Tenggara. Ini membuktikan bahwa marwah Melayu tetap hidup dan berdiri tegak,” ujar Kaderismanto.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi budaya antara Riau dan Kepulauan Riau dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya Melayu agar tetap relevan bagi generasi muda.
KSM 2026 sendiri diproyeksikan menjadi magnet wisata budaya yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara-negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Melalui ajang ini, masyarakat akan disuguhkan beragam pertunjukan seni, sastra, dan budaya Melayu yang menjadi identitas bersama masyarakat serumpun. Kehadiran Jefri Al Malay di panggung utama Dataran Engku Putri pun diperkirakan menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan.**
Editor : SUPIAN
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

