Ketua DPRD Riau Kaderismanto Sambangi Mahasiswa UMRI Korban Dugaan Kekerasan di RS Awal Bros
dibaca: 25 kaliBerita Sebelumnya
- Cetak Talenta Muda Berprestasi di Politeknik Negeri Bengkalis
- Soroti Pengelolaan Deviden Rp. 8,44 Miliar dan Hak 2.,535 Anggota
- Anggota Koperasi KUB Desak Transparansi Pengelolaan Dana Dividen Rp. 8,44 Miliar
- MPM Politeknik Negeri Bengkalis, Gelar Seminar Legislatif dan Workshop Kepemiluan
Berita Terkait
- Korban Minta Publik Hormati Proses Hukum
- Dibekali Kompetensi Untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
- Jefri Al Malay Siap Tampil di Kenduri Seni Melayu 2026 Batam
- Akademisi HTN Soroti Mosi Tidak Percaya Terhadap Setwan Riau
- Akademisi HTN Soroti Mosi Tidak Percaya Terhadap Setwan Riau
- Dhava Dorong RAT Luar Biasa Koperasi KUB, Minta Anggota dan Masyarakat dapat Kejelasan
PEKANBARU – Peristiwa dugaan kekerasan terhadap mahasiswa yang tengah menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Riau menjadi sorotan publik. Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto, bersama anggota DPRD Riau, Sumardany, menjenguk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Muhammad Luthfi Suhaz, yang sedang menjalani perawatan di RS Awal Bros Pekanbaru, Selasa (23/06/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral terhadap Luthfi yang diduga menjadi korban tindakan kekerasan oleh orang tak dikenal (OTK) saat mengikuti aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Riau.
Mahasiswa Jadi Korban Saat Menyuarakan Aspirasi
Insiden yang menimpa Luthfi terjadi ketika mahasiswa tersebut bersama rekan-rekannya menyampaikan aspirasi secara terbuka di depan kantor legislatif Provinsi Riau. Namun, aksi yang seharusnya menjadi bagian dari proses demokrasi itu justru diwarnai dugaan tindakan anarkis yang menyebabkan Luthfi mengalami cedera dan harus mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk pimpinan DPRD Riau yang menilai kekerasan terhadap mahasiswa merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat dan ruang demokrasi.
DPRD Riau Sampaikan Keprihatinan Mendalam
Dalam kunjungannya, Kaderismanto menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai pimpinan lembaga legislatif, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas terhadap dunia akademik yang menurutnya memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan demokrasi.
"Secara kelembagaan dan pribadi, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang dialami Adinda Muhammad Luthfi Suhaz. Mahasiswa adalah mitra kritis pemerintah dalam merawat demokrasi. Cedera yang dialami Luthfi merupakan luka bagi dunia akademik kita," ujar Kaderismanto.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa merupakan elemen penting dalam sistem kontrol sosial dan demokrasi. Karena itu, segala bentuk intimidasi maupun kekerasan terhadap mahasiswa tidak dapat dibenarkan.
Pastikan Perawatan dan Dorong Penegakan Hukum
Selain memberikan dukungan moril, Ketua DPRD Riau juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan medis korban dapat terpenuhi selama menjalani perawatan.
"Kami memastikan hak-hak medisnya terpenuhi dengan baik selama menjalani perawatan di RS Awal Bros," katanya.
Tak hanya itu, DPRD Riau juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar pelaku dan motif di balik dugaan kekerasan dapat terungkap.
"Kami berharap aparat penegak hukum dapat bekerja maksimal mengungkap kasus ini demi menjaga marwah hukum dan ruang demokrasi di Provinsi Riau," tegasnya.
Momentum Memperkuat Demokrasi
Di hadapan korban dan keluarga, Kaderismanto turut menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kritis mahasiswa. Menurutnya, idealisme generasi muda merupakan aset penting bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Ia menilai aksi penyampaian aspirasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati dan dijaga bersama. Karena itu, tindakan kekerasan yang mencederai kebebasan berpendapat tidak boleh terulang.
Kaderismanto berharap peristiwa ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin dewasa dalam berdemokrasi serta memperkuat budaya dialog yang konstruktif.
"Pintu DPRD Provinsi Riau akan selalu terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara intelektual demi kemajuan Riau," tuturnya.
Hingga saat ini, kasus dugaan pemukulan terhadap mahasiswa UMRI tersebut masih menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku dan motif di balik insiden tersebut sehingga keadilan dapat ditegakkan dan ruang demokrasi tetap terjaga di Bumi Lancang Kuning.
Editor : SUPIAN
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

